Tags

,

Saya mohon maaf teman2 karena baru ngeposting lagi. Kebetulan saya agak2 sibuk menyiapkan Research Proposal untuk applikasi MPhil saya di University of Birmingham, UK. Sebenarnya hampir satu minggu saya mengerjakannya tetapi menjelang hari-hari pengiriman, macbook saya ngadat. Lebih tepatnya crash seperti otak saya kali ya hehehe.. Logic board alias motherboardnya rusak. Jadi saya harus ke tukang servis komputer. Dan sampai hari inipun macbook saya masih sakit. Terpaksa saya mengandalkan laptop pinjaman.  Untungnya, saya sempat menyelesaikan Research Proposalnya dua minggu yang lalu.

.

Lalu kemudian setelah itu, minggu yang lalu saya sibuk mengikuti seminar 4 hari “Demokrasi Aseli Indonesia” dan hari Sabtu kemarin saya mengikuti hari buruh 1 May. Jadi praktis, saya agak-agak sibuk.

.

Kali ini saya mau bicara sedikit tentang master di Inggris atau Eropa pada umumnya terutama untuk Development Studies. Ada beberapa jenis master. Secara umum ada dua yaitu Taught Master dan Research Master. Taught Master itu biasanya master yang diperoleh dengan duduk bangku dan tidak melakukan penelitian. Gelar yang diperoleh biasanya MSc atau MA. Tetapi ini hanya gambaran umum saja. Durasi waktu studi ini biasanya setahun. Ada juga yang model kolaborasi selama 1,6 tahun di IDS Sussex, UK dan ISS, The Hauge Belanda. Di IDS Sussex mahasiswa belajar di kelas selama 6 bulan dan 1 tahun internship (magang) di luar Inggris sambil mengerjakan laporan yang merupakan tesis.

.

Sementara Research Master adalah master dimana mahasiswa diwajibkan mengambil penelitian. Dari hasil penelitiannya inilah kemudian tesisnya dihasilkan. Biasanya durasi master ini berlangsung selama 2 tahun. Gelarnya umumnya M.Phil (Master of Philosophy). Untuk studi-studi pembangunan yang saya tau, yang menawarkan ini misalnya Oxford, Cambridge, Birmingham, dll. Sementara itu ada juga universitas yang memberi gelar ke mahasiswanya bukan M.Phil tetapi M.Res (Master of Research) seperti di University of East Anglia dan durasinya 1,3 tahun