Tags

, ,

Pameo seperti ini “Kejarlah ilmu sampai ke negri Cina” pasti sudah sering dengar. Mungkin sampai bosan kali ya.. Tapi gak apa-apa karena pameonya sudah berubah koq menjadi “Kejarlah ilmu sampai ke Eropa” hehehe.. Tapi intinya kan tetap sama ya, ilmu itu harus dikejar-kejar supaya dapat :) 

Lalu mungkin pertanyaannya ada dua. Pertama, emang ada apa dengan ilmu itu? Kedua, kenapa Eropa? Kenapa bukan katakanlah ke negri2 di Afrika, ke Rusia, India, Filipina atau  Micronesia misalnya? Atau kenapa tidak ke Uzbekistan, Pakistan, Turkistan, Kyrgistan atau Bhutan (pernah dengar negara ini?) atau katakanlah jangan jauh-jauh ke Paseban misalnya atau ke Medan, ke Kebayoran, atau ke Papua misalnya? hehehe  Why Europe? Iya kenapa Eropa? Ada apa sih dengan Eropa? Ada apa sih dengan Cinta? Hehehehe..Gak nyambung jek.

Eh, busyet Amerika bahkan luput dari daftar itu ya.. wah ada apa dengan otak saya?

Anyways, banyak yang percaya bahwa untuk membebaskan manusia ini dari banyak persoalannya dan belenggu hidupnya, maka manusia itu haruslah ia mengetahui bagaimana caranya bebas. Bagaimana ia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Artinya bahwa manusia itu harus dibebaskan dan tercerahkan. Maka saya kira gerakan pencerahan itu juga dalam kerangka itu kali ya untuk membebaskan manusia dari belenggu2nya. Yah, kurang lebih seperti itulah.. Kalau kurang silakan tambahkan mas/mba tapi kalau lebih monggo dikurangin hehehe.. Bahkan saya kira juga “ngelmu” atau berguru ilmu hitam, putih, abu-abu, merah, jingga, indigo,  mulai dari Gunung Kidul sampai Pantai Hinako juga sebenarnya dalam rangka itu. Dalam rangka ingin mengetahui sesuatu di luar dirinya, di luar apa yang telah diketahui. 

Lalu kalau pertanyaannya kemudian bagaimana dapat ilmu itu? Nah itu dia. Karena sebenarnya ilmu itu kan hidup. Atau hidup itu ilmu. Artinya bahwa sepanjang hidup, kita belajar sesuatu dan dapat ilmunya. Mulai dari bagaimana menyadap karet sehingga getahnya bisa lebih banyak sampai bagaimana membangun stasiun antariksa yang lebih baik sehingga explorasi ke galaksi lain bisa dilakukan. Apapun yang dilakukan bisa dilihat sebagai cara untuk dapat ilmu. Dan saya kira itulah esensi pendidikan, roh pendidikan. Artinya apapun yang dilakukan apakah itu betul atau tidak, baik atau buruk, halal atau haram, bermoral atau tidak bermoral, bermarwah atau tidak bermarwah, dll kita bisa belajar dari situ. Ada ilmu di situ. Ada pengetahuan di situ. Ada pendidikan di situ.

Bagaimana? Betul tidak? Oh bukan ya..🙂 Please correct me if I am wrong, indeed.

Lalu kenapa orang selalu bertanya “Apa pendidikanmu?” dan jawaban yang selalu kita dengar adalah “Saya tamatan SMU” atau kalau generasi 70an dan ke bawah dia akan mengatakan “Saya tamatan SMA”🙂 Atau jawabannya juga bisa “Saya lulus S1 atau S2” Biasanya kalau bagi yang lulus S3 jarang ditanyakan pendidikannya nih hehehe.. Tapi sebentar. Artinya dari konteks itu pendidikan itu diinterpretasikan sebagai sesuatu kegiatan formal (duduk di bangku sekolah atau  tidak juga di bangku sekolah untuk kasus yang kuliah di UT, Universitas Terbuka). Tetapi arti sesuatu yang formal di sini barangkali bisa berarti belajarnya tersistimatika, terstruktur, terarah dan dalam jangka waktu tertentu. Sederhananya yang mau saya katakan adalah bahwa pendidikan itu kini diinterpretasikan sebagai sebuah kegiatan yang formal tadi. Arti pendidikan mengalami penyempitan seolah-olah hanya kegiatan-kegiatan yang seperti tadi, kegiatan formal. Padahal sebenarnya tidak kan?

Betul, Tidak?

Iya, yang saya pahami pendidikan itu lebih kepada sesuatu cara apapun bentuknya untuk belajar atau mengetahui sesuatu dan itu adalah sebuah proses. Bahwa kemudian ada sebagian atau banyak orang proses belajarnya lewat sekolah, itu soal lain. Tetapi sekolah tidak harus berarti pendidikan dan pendidikan itu tidak harus melulu dilihat sebagai sekolah. Jadi kalau ada yang mengatakan “Ah, percuma pendidikannya tinggi-tinggi, tapi orangnya masih kayak gitu” mungkin lebih tepat kalau dia mengatakan “Ah, percuma sekolahnya tinggi-tinggi, tapi orangnya masih kayak gitu”. Gitu kali ya..