Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Konsistensi menulis itu rupanya tidak gampang. Saya yakin para penulis rutin diarinya atau blognya, pastilah punya displin yang tinggi. Setidaknya untuk menulis.

Anyway, saat ini saya sedang menulis thesis saya. Dan lebih tepatnya masih di Chapter Literature Review dan Methodology. Salah satu yang menarik sebenarnya adalah di Literature Review dan jujurnya saya menikmatinya, apalagi ketika mengikuti alur pemikiran dan perdebatan in depth tentang satu topik. Secara garis besar, saya memang sedang membahas setidaknya tiga topik besar: Fair Trade, Coklat dan Petani Coklat dan organisasi petani (koperasi).

Bicara tentang Fair Trade, saya mencoba mengulas lebih dalam tentang impactsnya terhadap petani. Studi-studi tentang Fair Trade impacts sangat menarik karena pada dasarnya ada tiga grup konklusi yang saling bersinggungan atau dengan kata lain contesting. Satu grup melihat bahwa Fair Trade memberikan dampak yang positif terhadap petani, grup kedua menyimpulkan bahwa praktis Fair Trade tidak memberikan kontribusi positif dan ketiga something in between, selain highlighting the benefits, juga menemukan bahwa ada banyak drawbacknya. Di saat yang sama, saya menemukan bahwa sebenarnya ada banyak ide-ide yang patut dijadikan bahan riset karna praktis tidak ada literatur yang membahasnya. Misalnya, menghubungkan impact studies dengan model-model Fair Trade. Saya mengatakan model-model Fair Trade, karna pada dasarnya, Fair Trade itu tidak single entity atau single characteristics tetapi dioperasionalkan dengan berbagai model: mainly mainstreaming or partnership.Pertanyaan risetnya barangkali apakah perbedaan model Fair Trade memberikan impacts yang berbeda terhadap petani?

Saat ini, saya sedang mencoba mengikuti lebih dalam tentang coklat dan petani coklat dengan melihat berbagai pola sistem produksi di berbagai negara, kebijakan, ecological concerns dan aspek sustainabilitynya.

Anyway, postingan ini hanya untuk melatih jari-jari saja dan berharap suatu saat bisa produktif menulis. Kalau ada displin yang tinggi, bukan? :)

setahun sudah

setahun sudah. dan aku rindu dengan indonesia. :) barangkali, kalaulah aku ditanya, apa yang menarik di inggris, salah satu jawaban yang akan cepat keluar adalah aku tak pernah merasa rindu untuk pulang kampung hingga aku tinggal di  inggris. maksudku adalah justru di inggris aku merasa betapa indonesia itu sangat luar biasa; temperatur yang hangat, alam yang indah, hidup yang bersahaja, kedai kopi di setiap sudut, dan tentu saja aku bisa berkeringat dengan mudah :)

tetapi betul, apalagi di saat-saat mau menjelang autumn dan winter. skarang cuaca sudah mulai dingin. walaupun sekarang masih summer. tetapi sebentar lagi autumn dan winter; hmm… ah, padahal aku sebenarnya sudah berjanji untuk tidak mengeluh dengan cuaca apapun yang terjadi di sini.

dan setahun sudah. banyak yang menarik. kebetulan aku mengambil 6 mata kuliah. 2 mata kuliah tentang development dan 4 mata kuliah research. saat ini aku sedang menulis thesisku. masih bagian literature review dan background of the study. tahun depan aku akan field research di ghana, africa. topik researchku tentang impacts of fair trade terhadap petani coklat di ghana. that’s so far..

Kelas yg Menarik

Ini praktis minggu ke III setelah memulai perkuliahan dari tanggal 4 Oktober yang lalu. Dan saya mulai menikmatinya. :) Kebetulan hari ini kita bicara tentang Grand Theory yg lebih spesifik, Teori Modernisasi. Saya senang karena saya menemukan bahwa konsep-konsep pembangunan sebenarnya merupakan sebuah evolusi pemikiran dari para ‘filsuf’, ‘scholar’ dan pengkritiknya.

Fakta yang lain adalah masyarakat itu adalah masyarakat yg dinamis, dan kemudian dia juga sebenarnya sedang berevolusi, berubah. Bahwa kemudian ada yg berevolusi secara gradual atau secara revolusioner, itu soal lain. Tetapi sekali lagi bahwa society itu berevolusi. Lalu, kemudian dalam menentukan arah evolusi itu, lahir berbagai kebijakan. Lahir berbagai kebijakan yang berasal dari berbagai pemikiran kemana arah pembangunan masyarakat ini. Dan saya sekarang rasanya sudah memulai memetakan point-point pemikiran atau pemahamanku yg sebelumnya scattered (berserakan) dan rasanya mulai terkoneksi…

 

Contoh yang sederhana begini. Trickle Down Effect… Take-off (Tinggal Landas),  Clean Governance, Participatory Approach dan banyak istilah lain yg dulu saya sering menyebutnya tetapi sebenarnya tidak tahu dari asal muasal ide atau pemikiran ini.. Ah, termasuk tentu di dalamnya adalah Persoalan Struktural. Saya ingat teman dari BAKUMSU, Jhonny, yg melekatkan istilah ini dalam benakku. Dan tentu saja kata Revolusi…

 

Dan hari ini, ini yg saya pahami. Setelah Perang Dunia Kedua, Amerika memenangkan pertarungan ini, muncul Marshall Plan, sebuah kebijakan rekonstruksi kembali negara-negara Eropa yg telah dikalahkan. Untuk melakukan ini, satu pemikir Ekonomi yg sangat berpengaruh pada saat ini adalah W. Rostow dengan teori modernisasinya, The Stages of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto. Nah, salah satu stages dari proses modernisasi itu adalah take-off.. Dan saya baru sadar kemudian bahwa dulu Suharto dan para ekonom kita selalu dengan bangga mengatakan bahwa kita, Indonesia, sebentar lagi akan masuk pada tahapan Take-Off ini, Tinggal Landas…. hehehehe… Dan dulu itu, kata-kata seperti itu seperti something very very big… Sayangnya, kita, maksudnya saya, tak pernah tau dar mana asal muasal konsepsi ini. Dan kebetulan kita tidak pernah pula tinggal landas kemudian hehehe…

 

Anyways, lalu kemudian thn 70an dan 80an World Bank dengan agenda Structural Adjustmentnya, memegang teguh prinsip-prinsip bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka harus dilakukan perubahan-perubahan terhadap struktur negara dan induksi ide-ide demokrasi yang sangat liberal memakai model societynya Amerika yg sangat kental. Karna mereka menganggap pada saat itu Masyarakat Amerika itu sebagai masyarakat yg ideal, dan memaksa negara-negara lain mengikuti model mereka.

 

Lalu pada tahun 1990an ketika Perang Dingin berakhir antara US dan USSR, praktis model pembangunan yang ada pada saat itu model kapitalisme.

 

Dan ketika terjadi krisi keuangan global 1997/1998 dan tahun belakangan 2009, maka semua konsep-konsep itu semakin dilucuti habis oleh para pengkritiknya… Lalu yang terjadi kemudian hari ini adalah China yg menurut kacamata Barat tidak demokratis justru memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan China menjadi pemberi pinjaman kepada Negara Amerika. Lucu juga ya, Negara Komunis menjadi pemberi utang kepada Negara Kapitalis hehehehe….

 

Cuba itu juga sering dicela dari perspektif HAM dan demokrasi, padahal survey-survey independent dan bahkan UN (WHO) kalau tidak salah meletakkan Cuba sebagai salah negara dengan jaminan kesehatan yang jauh lebih baik dari Amerika…. Paradoks-paradoks ini seperti memutarbalikan pemikiran-pemikiran superioritas kapitalisme itu…. hmm….. dan rasanya aku harus lebih tekun membaca nih….

 

 

 

 

I am back

Hohoho… What a relief for a while…

I’ve just completed my 6-week English pre-sessional course. Officially.. Well, I would like to say that first of all, I enjoy couple of things. Despite the cold weather and will be colder and colder, I am starting to get accustomed to it. It’s completely new for me. I lived in a ‘summer all year long’ country where sun shine is a part of my life. But here, we are always exciting when the sun is shining… :) It’s lovely. I got the sense what the tropics means to them. I got the sense. Thus, I eat a lot and still fine. lol. I mean, back home if I had meal, often I got wet while eating. Very possible it happened because of the spicy food and hot weather. And I always hated that. But here, well…. I would like to say I could have meal as much as I can and still fine… :) :):)

 

Secondly, in terms of academic preperation, I make a good start with my academic writing in which gives me more preparation before the commencing my main course.

 

 

PAT

Tags

,

Dear all,

 cheers for you…. :) :) :)

 

Lalu, nanti kan akan ke Jakarta mengikuti PAT (Pre Academic Training). Basically, there are two important things. Pertama, mempersiapkan applikasi ke universitas dan yang kedua adalah mencapai skor tertentu dalam bahasa Inggris. Pertama sekali skor nilai ITP TOEFL  dan yang kedua adalah either iBT TOEFL atau IELTS (bagi yang ke Eropa). So, basically, thats all about it.  However, justru di sini juga moment2 yang menentukan itu. Karna kalo tidak persiapan selama 6 bulan yang akan berlangsung itu tidak akan maksimal. So, it will be very much better if you could prepare for now or you are well informed about it.

Basically, kalo tidak memenuhi nilai bahasa Inggris seperti yang ditargetkan, itu tidak akan membuat beasiswamu gugur. Akan tetapi, tentu tidak boleh berharap banyak untuk memperoleh kesempatan untuk belajar ke luar. Biasanya hanya di dalam negeri atau di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand atau Filipin.

 

Mungkin advise yang bisa saya share adalah pertama mengisi form applikasi ke universitas atau apa yang disebut dengan Generic Application Form. Di sini ada banyak hal yang harus diperhatikan selain data-data pribadi yang paling penting adalah menulis FUTURE PLAN, STUDY OBJECTIVES, dan PERSONAL STATEMENT.

You can start to jott it down.. :) :) :)

selamat yo… :)

Tags

,

Wah, rasanya gimana ya… Saya mendengar sudah keluar pengumuman ini dari teman. Padahal saya biasanya cukup aktif mengikuti perkembangan proses ini. Tapi karna kesibukan kali ya..

 

Anyways….

CONGRATULATIONS to all you guys awarded this scholarship :)

 

Dan bagi yang belum, please do not give up… It might be not now but the opportunities are just there… dan jangan pernah berkecil hati. bersyukurlah bahwa anda sudah sampai di jalan ini. bahwa belum mendapatkannya itu hanyalah soal waktu…..  jangan pernah padam semangat itu… !

 

and for those who are successfully selected as Fellow Elected again congrats and hopefully, I can be in touch with you as often as I can be.. Dan saya minta maaf nih karena kebetulan saya beberapa minggu-minggu belakangan sangat sibuk sampai saya tidak sempat reply commentsnya satu per satu seperti biasa. I do apologize for that.  Apalagi sekarang karena belum beli komputer jadi masih pakai komputer kampus… But I promise you, once I get my computer, I will be more engaged with you guys….

 

sekali lagi selamat ya…. :) :) :) i’m so exciting as well… 

Sudah selesai Test Wawancara? :) Perjuangan sebenarnya baru saja Dimulai Bung!

Tags

, , , ,

Saya sebenarnya menunggu selesainya semua sessi wawancara semua untuk membuat tulisan baru.  Sessi wawancara terakhir itu tgl 5 Juni di Makassar dengan teman-teman region VI. Saya menahan diri untuk membuat postingan baru dengan harapan teman-teman yang akan wawancara tidak distract konsentrasinya.

Lalu semua sessi wawancara sudah selaikan? :)

.

Di tingkat ini, jangan anggap berlebihan kalau saya mengatakan bahwa anda sebenarnya sudah layak mendapatkan beasiswa itu. Bahwa kemudian ada faktor lain sehingga anda nantinya tidak mendapatkannya, saya melihat bahwa besar kemungkinan itu terjadi karena hanyalah karena faktor quota. Artinya dari 200an orang yang mengikuti test wawancara, yang diterima hanya sekitar 48 orang (quota).  Nah, sebenarnya kalau panelis membuat sebuah daftar layak atau tidak layak, saya yakin yang layak barangkali bisa mencapai lebih dari 150an orang.  Inti yang mau saya katakan bahwa anda sebenarnya sudah layak mendapatkan beasiswa itu dan anda punya modal besar untuk mencoba menjajaki beasiswa lain sebagai bumper (second or third options). Kliklah di link di blog ini ada banyak penyedia beasiswa lainnya. Sebagai jaga-jaga dan tidak ada salahnya coba-coba saja apply.

.

Dan kalau test wawancara kemarin itu anda anggap sebagai usaha yang all out, well, iya betul :). Dan selamat ya atas kerja kerasnya. Sayangnya, saya harus mengatakan bahwa “Tetapi perjuangan sebenarnya baru saja dimulai bung..! Yah, perjuangan itu baru mulai…” hehehe…

.

Sekali lagi, soal anda kemudian diterima atau tidak diterima dalam pengumuman Bulan Agustus nantinya soal lain. Tetapi saya mau mengajak teman-teman melihat sesuatu yang lain paska pengumuman itu. Saya mau mengajak melihat  ada sesuatu yang lebih besar yang kalau dipersiapkan dengan matang dan baik, hasil prosesnya bisa maksimal. Secara pribadi saya melihat beasiswa ini terlalu sayang untuk tidak dimaksimalkan. Oleh karena itu perjuangan selama proses ini, sebelum mulai perkuliahan di negri tujuan studi, menjadi sangat penting dan vital. Persiapan-persiapan ini juga kalau anda lakukan mulai dari sekarang, ini adalah modal terbesar anda tidak saja untuk beasiswa IFP ini tetapi beasiswa apapun. Dan anggaplah penyiapan-penyiapan hal-hal yang akan dibahas di bawah ini sebagai sebuah perjuangan.

…..

Perjuangan yang sebenarnya itu ada dua. Perjuangan pertama adalah perjuangan masuk universitas yang diinginkan dan perjuangan yang kedua adalah peningkatan kemampuan Bahasa Inggris. Kita akan coba kupas satu per satu. Dan kalau postingan ini terkesan mutar-mutar saja atau terkesan mengulang-ulang pesan-pesan postingan sebelumnya, yah apa boleh buat. Memang begitulah adanya hehehe… Atau kalau sedikit positif, kita bisa anggap bahwa semakin sering diulang sebuah pesan, semakin dalam ia bercokol di kepala kita. Artinya bahwa inti pesannya dapat ditangkap dengan sangat jelas.

.

Perjuangan Masuk Universitas yang Diinginkan
Setelah pengumuman nanti pada pertengahan bulan Agustus ini, hanya dalam kelang satu setengah bulan yakni pada bulan Oktober, teman-teman harus sudah berada di Jakarta untuk mengikuti PAT (Pre-Academic Training) selama 6 bulan. 3 bulan pertama ini adalah waktu yang sangat kritis dan sangat menentukan. Nah, jangan seperti saya dan kebanyakan teman-teman saya. Jangan pernah terulang kisah kami hehehe.. Saya pada dasarnya orangnya lugu. Yah, betul, saya lugu soal proses-proses ini. Dan keluguan saya ini tidak memberi banyak manfaat. Faktornya sangat sederhana.  Saya tidak tahu banyak informasi. Saya pernah bertanya ke seorang teman, kebetulan dia seorang alumni IFP, dan saya bisa memahami kesibukannya sehingga saya tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas. Saya pernah mencari informasi tentang proses ini di internet tetapi juga tidak mendapatkannya. Jadi praktisnya, saya datang ke Jakarta dengan rasa senang karena telah diterima sebagai penerima beasiswa IFP dan dengan ‘tangan kosong’.  Yang saya tau, saya akan di Jakarta selama 6 bulan dan setelah itu berangkat ke negri tujuan studi. Duh, malang nian nasibku hehehe… tak sesederhana itu rupanya…  Dan blog ini dimaksud untuk memberantas keluguan (bukan memberantas kebodohan ya) atas informasi itu hehehe… Sekalian, untuk berbagi informasi dengan teman-teman sebangsa dan setanah air hehehe….


Sekarang teman-teman memiliki waktu 7 bulan untuk mempersiapkan perjuangan masuk universitas yang diinginkan ini. Saya menulis ‘diinginkan’ di sini karena kita akan diberi 3 pilihan universitas di luar region dan 1 pilihan universitas dalam region (in-country region). Silahkan dibaca postingan sebelumnya “Development Studies”. Dari 4 pilihan ini, anda harus benar-benar memahami program studi di 3 pilihan universitas ini. Kalau tidak, itu artinya anda siap dicampakkan di salah satu universitas yang bukan yang paling anda inginkan.

.

Lalu, oleh karena itu, cara yang paling aman adalah pelajari program-program universitas itu. Dan ini berkaitan dengan apa yang anda ingin pelajari sebenarnya. Lupakan sejenak apa yang anda tulis di applikasi beasiswa IFP anda itu. Anggaplah itu hanya semacam guidelines saja. Anda harus menjawab dengan jelas dan jujur pada diri anda sendiri apa yang ingin anda pelajari di post graduate study anda ini. Saran saya, kunjungilah website universitas-universitas itu. Print, baca dengan seksama dan cobalah mengerti program studi yang ditawarkan mereka. Program studi ini banyak sekali dan saling berkaitan. Lihatlah  mana yang sebenarnya sesuai dengan harapan anda. Nah, kalau sudah ada satu universitas yang menawarkan itu, jangan berhenti. Cari lagi program yang sejenis di universitas-universitas lainnya. Dari proses ini, saya meyakini bahwa tujuan program studi anda akan terbentuk dan jelas.

Setelah itu, coba berkonsultasi sebanyak mungkin dengan alumni dari program studi yang anda inginkan itu. Biasanya mereka memiliki website grup alumni. Pelajari dan cobalah bertanya dengan mereka dengan spesifik.

.

Dari mempelajari informasi program studi yang anda inginkan, akan tergambar dengan jelas apa syarat-syarat (requirements) yang dibutuhkan untuk masuk ke program studi yang dimaksud. Yang sangat jelas itu adalah pra-syarat nilai minimal skor Bahasa Inggris yang dibutuhkan (IELTS/TOEFL).  Yang kedua kemudian adalah tergantung dari program studi yang ditawarkan ini apakah taught master atau research master. Biasanya kalau sekedar taught master yang setahun itu, tidak banyak requirement yang dibutuhkan. Umumnya begitu sih tetapi akan lebih baik kalau secara jeli dilihat lagi di web itu.

.

Nah, yang sedikit agak ribet requirementnya adalah Research Master. Dan saya kira hal ini cukup pantas karena anda tidak hanya akan mendapatkan core pengetahuan seperti di taught master tetapi juga akan mendapatkan skill tentang research; penelitian secara akademis. Bahkan, kalau ada keinginan melanjutkan ke PhD, research master ini adalah jalan yang pas. You’re on the right track. Lalu apa yang dibutuhkan untuk diterima di Research Master ini? Satu yang pasti pertama adalah Research Proposal. Anda harus sudah mulai menyiapkan dari sekarang. Anda harus sudah mulai coret-coret di kertas anda research apa yang anda mau lakukan. Lalu, anda harus membuat research proposal yang secara akademis dapat diterima. Jujur, saya belajar membuat research proposal baru-baru ini. Kalau membuat project proposal misalnya biasanya saya agak lihai soal itu :p Tetapi Research Proposal secara akademis jauh sekali berbeda. Saya sedang drafting tulisan soal ini.

.

Kedua, kalau anda memiliki tulisan-tulisan akademis (baiknya) sekarang coba lihat lagi. Nah, tidak ada salahnya mulai menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris karena contoh-contoh tulisan anda ini bisa saja diminta oleh universitas yang akan dipakai sebagai salah satu bahan untuk menerima anda atau tidak.

.

Ketiga adalah nilai Bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) harus di atas rata-rata yang dibutuhkan untuk taught master. Oh ya, harus itu hehehe..

.

Keempat. Harus mulai dari sekarang anda ngintip professor mana yang harus anda kontak ke depan. Anda harus memiliki daftar professor di universitas yang anda inginkan untuk dikontak. Di setiap website universitas, ada daftar nama-nama professor termasuk bidang yang diminatinya. Nah, coba lihat professor yang sesuai dengan minatmu juga. Nanti pada saatnya, kontak dia.

.

Reference Letters. Jujur, kalau saya lihat kembali Reference Letter yang saya dapat sewaktu applikasi beasiswa rasa-rasanya tak ingin kulihat lagi. Soalnya reference letter itu dibuat dengan sangat terburu-buru. Kalau tidak salah waktu yang diberikan hanya sebulan untuk mengisi semua applikasi (termasuk reference letter) pada saat itu. Jadi semua serba harus cepat. Saya baru lihat sebuah reference letter teman yang bagus yang dibuat oleh seorang professor yang saya kira jauh sekali dari apa yang saya dapat baik dari segi content maupun cara penyampaiannya.

.

Reference Letter ini penting buat masuk ke  universitas yang diinginkan. Temanku itu bisa diterima di University of Amsterdam saya duga karena pengaruh besar dari Reference Letter ini. Di University of Amsterdam salah satu pertimbangan utama seorang applicant diterima adalah kelinieran antara studi s1 dulu dan program studi yang diapply. Harus linier. Temanku ini rencana program studinya tidak linier dengan studi S1nya. Dulu dia belajar psikologi dan sekarang mau mengambil International Development Studies jurusan Child Rights. Tetapi akhirnya dia diterima dengan kompromi bahwa dia akan mengambil satu semester untuk prepatory program. Jadi, carilah satu orang setidaknya yang bergelar akademis Doktor atau PhD yang kenal anda dengan baik. Tidak ada salahnya mulai mengobrolkan dengan dia soal ini.  Reference Letter yang lain bisa anda dapatkan dari orang-orang yang berada di lembaga-lembaga terkenal. Bagusnya Reference Letter itu dibuat dikop surat dan stempel lembaga-lembaga itu. :) Ini trik jitu hehehe…

.

Hal yang lainnya adalah mengisi Generic Application khususnya untuk bagian Future Plan, Study Objectives dan Personal Statement. Bagian ini nanti akan dibahas tersendiri.

.

Jadi itu langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk sementara ini. Lakukan sajalah. Tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya. Hasil diterima atau tidak diterima beasiswa ini soal kedua. Ini tentu di luar kontrol kita. Tetapi hal-hal yang masih di dalam kontrol kita dan tanggung jawab kita, lakukanlah. Karena pada akhirnya, semua yang bertanggung jawab tentang proses ini adalah anda sendiri. Tidak ada orang lain atau lembaga lain. Hanya Anda sendiri. :) :) :)

.

Perjuangan Kedua; peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.

Saya sudah menuliskan di beberapa postingan sebelumnya betapa pentingnya kemampuan Bahasa Inggris ini. Ayolah, sedikit serius. Di titik ini jangan pernah ada kompromi. Teman-teman harus mendapatkan skor yang baik. ITP TOEFL itu harus minimal 550. Ada yang mensyaratkan 570 atau 580. IELTS paling aman itu 6.5 dimana semua band (item yang diuji) nilainya harus setidaknya 6. Tanyakanlah ke IIEF nilai skor anda waktu ujian sebelum wawancara itu sehingga tau gambaran seberapa skor lagi yang akan dicapai. Kalau teman-teman sudah mendapatkan angka ini, titik aman itu sudah di tangan. Karna kalau tidak, perjuangan akan semakin panjang,  berliku dan melelahkan. Percayalah…! Dan kalau terbiasa dengan stress apalagi shock culture hidup di Jakarta, yah tidak apa-apa. Tetapi kalau tidak, sebaiknya janganlah diabaikan tentang nilai ini. Lebih baik energi untuk recovery terhadap stress itu nantinya dipakai untuk yang lain.

.

Berkorbanlah, beli buku-buku yang berserakan di Gramedia dan toko-toko buku lainnya tentang TOEFL dan IELTS ini. No Pain, No Gain.  And No Free Lunch. Percayalah! Jangan selalu mendasarkan sesuatu dari support yang akan diberikan. Atau jangan terlalu banyak alasan; tidak ada uanglah, tidak ada waktu, tidak ngerti, lupa, banyak kerjaan, anak saya begini, suami/istri saya begono, apalah awak ini orang marginal, dst…. Mandirilah.. Berjuanglah… Perjuangan karena keringat sendiri itu nikmat koq.. :)

.

Jadi, walaupun salah satu inti kenapa teman-teman harus menghabiskan waktu 6 bulan di Jakarta itu ya untuk ini, tetapi persoalannya adalah kami pernah melakukan survey di antara kami sendiri. Yang mengalami peningkatan nilai skor itu di tingkat yang memuaskan mungkin hanya mencapai 15 s/d 20% dari total peserta 36 orang. Artinya hanya sekitar 5 s/d 7 orang. Dan kerja keras 9 orang ini minta ampun. Saya sih melihat persoalan lebih kepada sistemnya karena saya tidak yakin bahwa 29 orang yang lainnya ini memiliki daya tangkap lemah atau mereka berkemampuan berpikir rendah. Saya tidak percaya itu. Saya melihatnya sebagai persoalan sistemik; metode pengajaran, content, kultur dan keseriusan lembaga itu sendiri. Kecuali teman-teman untuk cohort IX ini, kursus Bahasa Inggrisnya dipindahkan ke tempat kursus yang lebih baik. Mungkin peningkatan itu bisa dicapai. Tetapi saya pesimis itu akan terjadi. Teman-teman besar kemungkinan akan kursus di lembaga yang kami jalani itu. Jadi intinya, mulailah seriusi Bahasa Inggris ini. Jangan pernah tergiur oleh isu yang mengatakan bahwa semakin rendah nilai Bahasa Inggris kita, semakin cepat kita dikirim ke host country untuk PAT lanjutan. Sebaiknya pemikiran seperti ini dibuang jauh-jauh. Tidak baik untuk character building mental seorang fellow dan tidak baik untuk negri hehehe… Intinya mulailah mengerjakan soal-soal TOEFL dan/atau IELTS ini. Mulailah dari sekarang. Okay coy…???

.

Jadi, begitulah sekilas teman-teman hehehe.. Hmmm… sejauh ini masih semangat…???  Yah, perjuangan itu baru dimulai dan pasti akan nikmat pada akhirnya :) :) :) You can do it…!! Sebagai seorang fellow-elect itu artinya anda punya ‘sesuatu’. Anda telah menyisihkan ribuan orang untuk masuk ke gelanggang berikutnya. Artinya Anda punya kemampuan di atas rata-rata dan yakinlah anda pasti bisa melakukannya. Bisa tidaknya sesuatu diawali dari pikiran dan keyakinan. Jadi kalau anda pikir dan yakin bahwa anda akan bisa, pasti akan bisa…..  Cayo………..!!!?? :)

.

Development Studies Part 4

Tags

, , ,

Informasi umum tentang development studies.

Ada beberapa universitas yang memiliki program development studies ini di UK dan Belanda yang saya sempat pelajari. Tentu saja masih banyak yang lain. Yang penting sebenarnya adalah rajin-rajin melakukan search dan mempelajari informasi-informasi yang ada. Di postingan kali ini, ada beberapa informasi yang saya dapat tentang universitas-universitas dan lembaga-lembaga research yang berhubungan dengan development studies ini. Di bawah nama lembaga-lembaga universitas itu ada dua link; satu link ke universitasnya dan yang kedua link di departmentnya. Sementara di bawah lembaga research linknya menuju ke website lembaga tersebut.

.

DAFTAR UNIVERSITAS

Oxford University
Oxford University
M.Phil in Development Studies

Oxford University masih menjadi universitas terbaik di dunia. Persyaratan masuknya lumayan ketat juga sih. IPK itu 3,8, minimal ITP TOELF 600 atau sekitar IELTS 7.5 Saya cukup tertarik dengan struktur permatakuliahannya. Oxford membagi satu tahun ajaran itu menjadi 3 term.  Di tahun pertama, mahasiswa dibekali dengan istilah Foundation Course dan Core Course. Foundation itu semacam dasar-dasar dan core itu lebih kepada inti subjek mata kuliah serta Research. Untuk Foundation coursenya, Oxford mewajibkan mahasiswa melihat development dalam 3 aspek setidaknya; anthropology, history dan politics serta ekonomi. Di Core Course kemudian mahasiswa diajak untuk melihat teori-teori pembangunan dan sosial, tema-tema yang bersifat inter-disciplinary dan dimensi internasional dari aspek pembangunan itu sendiri.

Sekali lagi memang, buat saya ini sangat ideal. Dan bagi teman-teman yang ingin masuk ke sini, jangan gentar soal persyaratannya. Coba saja… :)

.

University of East Anglia
UEA
International Development

Kampus ini merupakan perpaduan antara kampus klasik dan modern. UEA juga terakhir ini mendapatkan prestasi yang baik untuk studi-studi development.

Yang menarik dari UEA ini adalah tawaran programnya yang sangat beragam. Jadi isu-isu yang lain itu bisa dihubungkan dengan development studies dan sangat spesifik misalnya, Development Economics, Globalisation and International Development, Rural Development, Education and Development, Gender Analysis of International Development, International Social Development, Conflict, Governance and International Development, International Relations and Development Studies.

Sayangnya, durasi studi untuk Research Masternya hanya 1,3 tahun. Bagi yang memiliki latar belakang ilmu-ilmu pembangunan dan pengalaman penelitian akademis barangkali ini pas tapi bagi yang hanya mengandalkan pengalaman lapangan seperti saya misalnya atau baru mau belajar kembali dengan salah satu fokus di research, durasi waktu ini terlalu mepet.

.

University of Birmingham
University of Birmingham
International Development Department

Saya harus akui bahwa International Development di UB ini bukanlah yang terbaik di UK. Artinya kalau mau diranking, dia barangkali masuk di 10 atau 5-7 besar.  Walaupun sebenarnya Department International Development ini merupakan salah satu yang tertua juga di Inggris.  Tetapi di tingkat kerjasamanya dengan DfID, lembaga bantuan department luar negeri Inggris, dia yang terbesar. Kalau UEA sangat dekat dengan lembaga-lembaga UN dan International NGOs, UB sangat dekat dengan lembaga pemerintah.

Program yang ditawarkannya mirip-mirip dengan Oxford dan Cambridge, M.Phil in International Development dengan berbagai tawaran research themes. Layak untuk dijajaki :)

.

IDS (Institute of Development Studies)
IDS

Kalau Belanda punya ISS (Institute of Social Studies), Inggris punya IDS (Institute of Development Studies) :). IDS ini juga kumpulan dari aktivis2 NGO dari segala benua. Programnya juga banyak sekali yang spesifik. Dia adalah bagian dari  Universitas of Sussex dan benar-benar fokus pada isu-isu development itu sendiri.

.

University of Sussex
University of Sussex
IDS @ University of Sussex

.

University of Manchester
University of Manchester
IDPM Manchester University

Manchester University ini salah satu universitas terbaik di UK juga. MU memiliki program-program taught dan research master di bawah IDPM (Institute of Development Policy and Management). Saya kurang menggali informasi tentang ini memang. Tetapi kayaknya layak untuk dipelajari lebih mendalam.

.

SOAS (The School of Oriental and African Studies)-University of London
University of London
SOAS-Homepage
SOAS – Development Studies

University of London terdiri dari berbagai institut yang mandiri dan terhimpun dalam University of London ini. SOAS ini bagian dari University of London. SOAS juga termasuk salah satu lembaga terkemuka di dunia. Bedanya barangkali dengan kampus-kampus yang lain, SOAS berada di London yang artinya di kota besar. Biasanya di kota-kota besar, lahan sempit. Jadi, kalau kampus-kampus lain memiliki area yang luas dan besar, karena lahan barangkali, SOAS tidak memiliki itu. Salah satu alasan satu temanku tidak menerima offering dari SOAS karena itu :) Padahal sebenarnya sebagai sebuah institusi pendidikan, SOAS itu patut diperhitungkan. Oh ya, Budiman Sudjatmiko alumni dari sini lho :)

Untuk development studiesnya, dia berada di bawah Faculty of Law and Social Science.

.

University of CAMBRIDGE
University of Cambridge
Develpment Studies Cambridge

Untuk development studies di Cambridge dia hanya memiliki program M.Phil dan tidak ada taught coursenya. Struktur subject mata kuliahnya juga bagus. Tidak ada salah mencoba yang ini juga. :) Sayang memang, bagi yang melanjut PhD harus ke department yang lain atau ke universitas yang lain karena dia belum memiliki program doktoral di development studies ini.

.

University of Amsterdam – Universiteit van Amsterdam
University of Amsterdam
Human Geography Planning and International Development Studies

UvA merupakan universitas terbaik di Belanda. Artinya dari perankingan, dia memiliki reputasi di seantro Belanda. Saya sebenarnya dapat informasi tentang IDS (International Development Studies)nya dari youtube. Saya ketik aja di situ international development, ternyata ketemu linknya yang menghubungkan ke website besarnya.

Pengalaman saya belajar berhubungan dengan universitas-universitas pada awalnya dari UvA ini. Saya menghubungi professornya di situ dan menyatakan ketertarikan saya tentang programnya serta memberitahunya bahwa saya mendapatkan link universitas dari video youtubenya. Seperti umumnya professor2 di luar negeri, dia sangat responsif dengan email saya dan membalasnya. Komunikasi kami kemudian menjadi sangat intensif dan saya mentargetkan untuk kuliah di UvA ini. Hanya saja kemudian, karena satu dan lain hal akhirnya saya menerima tawaran dari universitas lain.

Tetapi intinya, UvA ini sangat bagus koq.

.

ISS
Institute of Social Studies

Tidak berlebihan kalau dikatakan ISS ini cukup terkenal bagi kalangan aktivis sosial dari berbagai negara dan benua. Khususnya dari teman2 Indonesia, teman2 saya banyak yang tamatan dari sini. Hanya saja memang, seperti di postingan sebelumnya kenapa kemudian saya tidak tertarik dengan ISS ini, selain soal kualitas, saya agak terganggu mendengar ketika direkomendasikan ISS kalau di ISS ini mahasiswanya bisa cepat keluar. Padahal  buat saya, kita bisa pendapat soal ini, prioritas utama saya kan mau belajar.  Tetapi tentu saja penilaian saya ini sangat subjektif.  Akan sangat bijak dan baik bila didapatkan informasi lebih lanjut dari alumni2nya.

Research dan Institusi Lain

Development Studies Association
http://www.devstud.org.uk
Untuk para penggiat development studies, ada sebuah forum yang bagus untuk selalu diikuti. Namanya Development Studies Association. Silakan dikunjungi webnya.

OPHI-Oxford
Oxford Poverty and Human Development Initiative

Lembaga Penelitian ini masih di bawah naungan Oxford University. Ide-ide yang diusungnya tentang dimensi kemiskinan yang multi dimensi. Ada beberapa publikasi yang dapat dijadikan sebagai bahan atau materi tentang isu-isu kemiskinan dan pengembangan sumber daya manusia.

ESRC
The Economic and Social Research Council

Kalau saya tidak salah tangkap lembaga ini dibantu oleh department pemerintah Inggris dan mendukung banyak penelitian. Hasil-hasil penelitian sosial juga bisa dilihat di sini.

Untuk sementara kayaknya itu dulu deh.. Ntar posting lagi yo..

Development Studies Part 3

Tags

, ,

Saya melamar 4 universitas seperti yang saya sebutkan dalam postingan sebelumnya. Jadi saya akan mulai dari kronologisnya dulu. bulan oktober 2009, semua fellow-elect mengikuti PAT (Pre-Academic Training) di Jakarta. PAT ini sebenarnya lebih tepatnya disebut Training Bahasa Inggris karena memang inti dari PAT yang dimaksud itu ya itu.

.

Pada saat yang bersamaan, kami juga menyiapkan apa yang disebut ‘Generic Application Form’. Generic Application Form ini adalah formulir applikasi ke universitas yang dirancang khusus oleh IFP untuk dipergunakan ke semua universitas yang dilamar oleh fellow-elect. Dasar pemikirannya barangkali adalah karena setiap universitas memiliki formulir applikasi tersendiri, maka akan sangat merepotkan banyak pihak terutama fellow-elect untuk mengisi satu-satu formulir-formulir applikasi universitas yang mau dilamar. Jadi dirancanglah Generic Application Form ini untuk memudahkan dan tugas kami adalah mengisinya. Bagian yang paling substansial dari formulir ini ada 3 yaitu; Future Plan, Study Objectives dan Personal Statement. Bagian ini merupakan essay, mirip seperti essay yang di form applikasi beasiswa IFP tetapi essay kali ini jauh lebih kompleks dan tertata.  Selebihnya, isian Generic Applicaiton Form ini adalah informasi-informasi umum seperti CVlah kira-kira gitu.

.

Generic Application Form ini banyak diterima oleh universitas-universitas internasional kecuali untuk universitas-universitas yang memiliki standard tinggi atau ketat dalam aturan mereka seperti Oxford misalnya yang hanya menerima isian formulir mereka sendiri.

.

Jadi sederhananya saya melamar 4 universitas itu; University of Amsterdam (UvA), ISS (Institute of Social Studies), Oxford University dan terakhir University of Birmingham untuk program Research Master of  Development Studies.

.

Nah, 3 universitas menerima saya; UvA, ISS dan University of Birmingham. Oxford masih terlalu cadas untuk dimasuki hehehe… Tetapi pada akhirnya saya akan memilikh University of Birmingham (UB), UK. UB menawarkan M.Phil. on International Development. Sebenarnya buat saya UvA juga menarik. UvA itu merupakan universitas terbaik di Belanda dan sangat ketat juga. Hanya saja memang, pertimbangan saya adalah buat orang Indonesia, memasuki universitas2 di Inggris itu jauh lebih sulit sebenarnya dibandingkan dengan daratan Eropa lainnya. Kemudian transparansi proses applikasi saya ke situ juga tidak begitu memuaskan. Walaupun pada bulan Desember 2009, pada saat deadline penyelesaian Generic Application Form, saya benar-benar telah set up my heart to UvA. Tetapi kemudian dalam proses, saya mereview lagi tujuan universitas saya ke UvA itu.

.

Yang saya tau awalnya hanyalah ISS. Jauh-jauh hari sebelumnya saya sudah pernah dengar ISS ini. Saya juga pernah bertemu dengan beberapa alumninya. Dan kesan yang saya tangkap dari mereka adalah bahwa ISS ini dulunya memang bagus. Tetapi belakangan mengalami perubahan-perubahan terutama soal kualitas. Jadi kemudian saya memikir-mikir kembali untuk memilihnya. Selain itu masuk ke ISS juga sepanjang TOEFL anda bisa 500, “mudah meriah euyy…” Dan setelah search yang cukup intensif, saya menemukan universitas-universitas lain.

.

Pertimbangan yang lain adalah ini. Kemampuan Artikulasi dalam Bahasa Inggris. Saya sadar sepenuhnya bahwa Bahasa Inggris saya itu tidak sebaik kemampuan saya dalam berbahasa Indonesia misalnya. Saya yakin sekali bahwa saya menyukai Bahasa Indonesia selain Bahasa Ibu saya karena dalam Bahasa Indonesia saya bisa mengartikulasi pemikiran, perasaan, argumen, dll dengan baik. Kemampuan artikulasi dalam Bahasa Inggris saya tidak sebaik dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Ibu saya tentu saja. Oleh karena itu pertimbangannya kemudian adalah dengan belajar di host country yang memang bahasa nativenya Bahasa Inggris, saya yakin bisa mendongkrak kemampuan artikulasi saya dalam Bahasa Inggris. “Kemampuan artikulasi” yang saya maksud tentu saja tidak sama dengan sekedar “kemampuan berbahasa” Inggris.

,

So, Birmingham…, I’m coming hehehe…

Development Studies Part2

Tags

, ,

Studi-studi pembangunan ini buat saya menarik. Menarik karna waktu saya bekerja dengan petani di Nias, salah satu daerah termiskin, saya melihat banyak sekali ‘keanehan’ dalam konteks kebijakan dan cara pandang akan masalah-masalah pembangunan ini. Satu hal yang menggelitik saya adalah cara pandang dari pengambil kebijakan di pulau itu yang masih menganggung-agungkan pendekatan ‘trickle down effect’ atau tetesan ke bawah. Dan cara pandang ini adalah salah satu warisan cara pandang dari rejim Orde Baru.

.

Ketika Suharto tumbang, salah satu kritik pedas akan pola pembangunan yang dijalankan rejim Orde Baru pada saat itu adalah ‘trickle down effect’ ini. Cara pandang ini mengasumsikan bahwa untuk mensejahterakan sebuah masyarakat maka yang harus dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan (kemudahan-kemudahan) kepada investor untuk membangun industri-industri yang bisa menyerap tenaga kerja dan menstimulus pergerakan ekonomi. Ketika ekonomi besar, maka dengan sendirinya kesejahteraan ini bisa merembes ke bawah, ke masyarakat. Artinya dengan demikian masyarakat bisa sejahtera.

.

Maka di tingkat praksis kemudian yang dilakukan oleh pemerintah adalah ‘mengundang investor’ menanamkan modalnya atau lebih tepatnya menguras habis sumber-sumber daya alam. Selama 32 tahun di bawah kepemimpinan rejim Suharto, Indonesia sangat terbuka bagi penanaman modal asing dan modal dalam negri juga (pengusaha dan keluarga Suharto). Maka tidak heran kemudian kalau hari ini dari Sabang sampai Merauke, perusahaan-perusahaan asing (global) tersebar mengeruk keuntungan dari kelimpahan sumber daya alam negri ini. Sebenarnya, pendekatan ini barangkali bisa berhasil ketika exploitasi ini memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Tetapi pertanyaannya hari ini adalah benarkah itu yang terjadi? Benarkah masyarakat kita ini mengalami kemajuan atau peningkatan kesejahteraan. Janji akan trickel down effect itu, tetasan ke bawah itu, tidak berjalan. Malangnya, kebijakan ini masih saja menjadi landasan utama berpikir oleh pemerintah hari ini dengan model privatisasi atau liberalisasi usaha-usaha negara ke pihak swasta. Contoh yang paling dekat dengan kita misalnya adalah kalau tidak salah yang memiliki indosat dan telkomsel hari ini bukan pemerintah Indonesia lagi tetapi investor dari Singapur. Padahal dua perusahaan telekomunikasi ini mestinya bisa menjadi mesin uang bagi pemerintah.

.

Nah, di hampir semua wilayah barangkali, pengambil kebijakan masih memegang paradigma itu; mengundang investor. Padahal, sebenarnya dalam pandangan saya yang paling awam dan sederhana ini, petani, nelayan dan sektor pengusaha kecil itu yang harusnya diperkuat, diberdayakan sehingga sebuah wilayah mampu swa sembada pangan (self-sufficient) dan pergerakan ekonomi bisa sustained (berkesinambungan). Selain itu, pemerintah harusnya memiliki posisi tawar (bargaining position) yang tinggi dengan para investor terutama soal bagi hasil dan alih teknologi. Artinya bahwa selama sekian tahun diberikan konsesi atau kemudahan kepada investor ini, masyarakat setempat sudah bisa mengelola perusahaan-perusahaan itu sendiri. Tetesan ke bawah dalam bentuk bagi hasil juga bisa dirasakan. Dan ini hanya bisa dilakukan, menurut pemikiran saya, ketika ada praktek-praktek pemerintahan yang bersih. Pra-syarat ini penting karena kalau tidak, investor dengan sangat mudah mendapatkan keuntungan yang luar biasa tanpa berbagi dan hanya memberikan sedikit imbalan atau upeti kepada penguasa wilayah (baca, kolusi dan korupsi). Dan saya kira itu yang terjadi hari ini. Tidak heran, justru di daerah-daerah yang kekayaan alamnya dieksplorasi habis-habisan, wilayah itu tetap berada di bawah garis kemiskinan.

.

Lalu pertanyaan saya kemudian adalah darimana asal muasal pemikiran model pembangunan seperti ini?

.

Pertanyaan ini dan segudang kompleksitas persoalan pembangunan lainnya (yang saya tulis di atas saya kira sangat sederhana sekali) mendorong saya untuk kemudian mengambil ‘Development Studies’ ini karena saya pikir saya bisa belajar tentang sejarah pemikiran pembangunan itu sendiri, perubahan paradigma, kebijakan publik dan berbagai isu lain.

.

..

Development studies ini sebenarnya merupakan inter-displinary dan multi-displinary studies. Dia tidak melulu persoalan ekonomi semata walaupun aspek ekonomi merupakan bagian penting dari studi ini. Dan karena kelenturannya ini, dia menjadi menarik. Ada banyak aspek yang bisa difokuskan sebagai core studies semisal hubungan pembangunan dengan budaya, lingkungan, pendidikan, atau isu-isu kemiskinan, bantuan, NGO, public policy bahkan ada yang menghubungan dengan agama; bagaimana ajaran agama berpengaruh terhadap model2 pembangunan atau pembentukan masyarakat.  Studi ini juga bisa dikaitkan dengan antropologi, perencanaan wilayah (urban planning?), dll.. Jadi buat saya, ini cukup menarik..

.

Saya apply 4 universitas untuk program Research Master atau MPhil (Master of Philosophy) development studies ini di ISS (Institute of Social Studies), University of Amsterdam, Oxford University dan University of Birmingham…

.

Development Studies

Tags

, ,

Teman2 mau mengambil study apa?

.

saya akan mencoba meminta ke teman-teman yang lain juga untuk posting tentang studi mereka. Tapi itu tergantung juga dari permintaan teman-teman atas informasi tentang studi apa yang ditanyakan. Silahkan tulis di bagian comment. Di cohort saya itu ada yang mengambil studi tentang lingkungan, development and education, rural development, peaceful conflict resolution, gender, psikologi, hubungan internasional, visual antropologi, islamic studies, dll..

.

Soal tempat studi, untuk cohort saya, ada yang studi di Inggris, Belanda, Amerika dan di Australia dan ada juga dalam negeri. Bagi yang studi di Inggris dan Belanda atau negara-negara Eropa lainnya masuk dalam kategori Region Eropa. Sementara yang studi di Amerika dan Canada dimasukan dalam Region Amerika dan yang terakhir; Australia, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina masuk dalam Region in-Country. Intinya, beasiswa IFP ini memberikan kebebasan untuk belajar di mana saja di belahan bumi ini sepanjang kelasnya kelas internasional dan terkecuali yang di in-country; Indonesia. Artinya, kalau tempat studi anda menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa instruksi (instruction language)nya, maka secara prinsip itu diperbolehkan.

.

Universitas yang mau dituju juga terserah dimana saja. Ada beberapa Ford International Fellow yang studi di Oxford, Cambridge, Yale, dan kalo tidak salah ada juga yang kuliah di Harvard. Sayangnya, fellow dari Indonesia masih belum ada yang studi ke situ. Sepanjang universitas-universitas top dunia itu bisa ditembus, ya dipersilahkan hehehe….

.

Kendala-kendala yang sering dihadapi mahasiswa Indonesia yang saya tau adalah pertama kendala bahasa, Bahasa Inggris. Biasanya nilai TOEFL atau IELTSnya kebanyakan jeblok, padahal otak sih sebenarnya encer dan prestasi membanggakan. Selain itu, ada beberapa faktor-faktor yang lain. Mudah-mudahan saya bisa bahas lebih detail dalam posting2 ke depan.

.

Wah, sebenarnya saya mau menulis tentang development studies tapi yang muncul koq itu ya? hehehe… gpplah.. di postingan depan ya…. :)

Master di Inggris dan Eropa

Tags

,

Saya mohon maaf teman2 karena baru ngeposting lagi. Kebetulan saya agak2 sibuk menyiapkan Research Proposal untuk applikasi MPhil saya di University of Birmingham, UK. Sebenarnya hampir satu minggu saya mengerjakannya tetapi menjelang hari-hari pengiriman, macbook saya ngadat. Lebih tepatnya crash seperti otak saya kali ya hehehe.. Logic board alias motherboardnya rusak. Jadi saya harus ke tukang servis komputer. Dan sampai hari inipun macbook saya masih sakit. Terpaksa saya mengandalkan laptop pinjaman.  Untungnya, saya sempat menyelesaikan Research Proposalnya dua minggu yang lalu.

.

Lalu kemudian setelah itu, minggu yang lalu saya sibuk mengikuti seminar 4 hari “Demokrasi Aseli Indonesia” dan hari Sabtu kemarin saya mengikuti hari buruh 1 May. Jadi praktis, saya agak-agak sibuk.

.

Kali ini saya mau bicara sedikit tentang master di Inggris atau Eropa pada umumnya terutama untuk Development Studies. Ada beberapa jenis master. Secara umum ada dua yaitu Taught Master dan Research Master. Taught Master itu biasanya master yang diperoleh dengan duduk bangku dan tidak melakukan penelitian. Gelar yang diperoleh biasanya MSc atau MA. Tetapi ini hanya gambaran umum saja. Durasi waktu studi ini biasanya setahun. Ada juga yang model kolaborasi selama 1,6 tahun di IDS Sussex, UK dan ISS, The Hauge Belanda. Di IDS Sussex mahasiswa belajar di kelas selama 6 bulan dan 1 tahun internship (magang) di luar Inggris sambil mengerjakan laporan yang merupakan tesis.

.

Sementara Research Master adalah master dimana mahasiswa diwajibkan mengambil penelitian. Dari hasil penelitiannya inilah kemudian tesisnya dihasilkan. Biasanya durasi master ini berlangsung selama 2 tahun. Gelarnya umumnya M.Phil (Master of Philosophy). Untuk studi-studi pembangunan yang saya tau, yang menawarkan ini misalnya Oxford, Cambridge, Birmingham, dll. Sementara itu ada juga universitas yang memberi gelar ke mahasiswanya bukan M.Phil tetapi M.Res (Master of Research) seperti di University of East Anglia dan durasinya 1,3 tahun

Pertanyaan Esai Aplikasi Beasiswa

Maaf bagi Mba Nadiya dan teman2 lain, saya baru posting pertanyaan ini.. Kebetulan lagi sibuk dalam minggu-minggu ini.

  1. Jelaskan secara singkat latar belakang dan kegiatan sehari-hari Anda, termasuk interaksi dengan anggota keluarga dan masyarakat.
  2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pendidikan dan profesi Anda. Jelaskan pula tantangan yang Anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya, termasuk pengetahuan, pandangan dan keterampilan yang diperoleh.
  3. Jelaskan secara singkat aktifitas atau pelayanan sosial yang telah Anda lakukan.
  4. Jelaskan secara ringkas rencana-rencana akademis yang mencakup disiplin ilmu, bidang studi dan penelitian yang Anda minati dan inginkan. Apakah Anda merencanakan untuk melakukan riset khusus selama  masa studi Anda?
  5. Jika Anda memiliki rencana untuk melakukan riset, harap jelaskan secara singkat mengenai riset tersebut.
  6. Jelaskan secara ringkas tujuan-tujuan profesional Anda dan kaitannya dengan masalah atau isu sosial yang ada di Indonesia.
  7. Jika Anda berhasil menerima beasiswa IFP, jelaskanlah rencana Anda untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan Anda di bidang ilmu yang Anda pilih, dan bagaimana Anda akan menerapkan pendidikan yang telah Anda peroleh untuk memperbaiki keadaan yang terjadi di Indonesia?

Selamat Berwawancara Ria…

Tags

, ,

Selamat buat teman2 yang sampai pada tahap wawancara. Test terakhir. Garis finish terakhir. :)

Bagi yang belum, perjuangan harus diulang lagi apply beasiswa yang lain. Yang penting jangan menyerah. Besar kemungkinan, barangkali Bahasa Inggris anda harus ditingkatkan lagi. Mungkin. Saya tidak tahu persis karena saya bukan panelisnya, bukan panitianya dan saya tidak punya informasi sama sekali tentang kriteria seleksi ke tahap wawancara. Saya tidak tahu. Mungkin hanya faktor Bahasa Inggris atau ada faktor yang lain, saya tidak tahu. Yang penting, adalah kalau merasa Bahasa Inggrisnya kurang, sebaiknya ditingkatkan lagi. Cobalah ikuti ITP TOEFL sendiri dan lihat berapa skor yang diperoleh dan ini bisa jadi modal untuk apply beasiswa lagi ke depan. Harapannya atau amannya sih, dapatlah skor 550.. Intinya, seribu satu jalan ke roma. Kalau jalan yang anda tempuh ini sudah mencapai langkah ke 999, siapa tau di langkah satu atau dua berikutnya, anda sudah dapat.. Dimana ada niat, di situ ada jalan. begitu ya..? :)

Seperti di postingan sebelumnya, soal trik menghadapi wawancara, saya teringat dua hal yang mungkin bisa membantu. Pertama, berlatih diwawancarai :) Dalam proses ini memang saya tidak pernah berlatih begitu tetapi ada satu pelajaran penting pengalaman saya mengambil ujian IELTS. Di IELTS, ada test wawancara. Nah, sewaktu kami latihan bersama, sebagian dari kami megap-megap (terbata-bata) dan tidak lancar padahal yang ditanya itu hanya seputar diri sendiri, bukan hal yang di luar pengetahuan kami. Megap-megap ini atau terbata-bata ini saya yakin karena faktor tidak terbiasa saja. Dalam latihan berikutnya, sebagian dari kami sudah mulai lancar… Dan sewaktu ujian IELTS, sepertinya tidak ada yang ngeluh soal ini. Nah, tidak ada salahnya minta tolong ke teman untuk mewawancarai anda tentang pertanyaan2 dari form applikasi anda itu dan anda berlatihlah mengungkapkan ide-ide itu.

Kedua, sambil menunggu-nunggu wawancara, mungkin tidak ada salahnya browsing tentang rencana studi anda. Anda sebenarnya mau belajar apa? Apa rencana studi anda? Dimana kira2? Trus, rencana besar anda dalam hidup anda apa? Saya masih ingat, saya pernah ditanya soal ini sebelumnya oleh panelisnya. Dan kebetulan saya sedikit jelas tentang rencana studi saya dan rencana masa depan, ya,.. jadi saya jawab aja dengan yakin diri. :) Sebagian dari anda mungkin sudah sangat jelas rencananya, tetapi sebagian mungkin sebenarnya masih ragu juga apa yang ingin dipelajari. (Saya akan coba buat postingan khusus soal ini ke depan, mudah2an). Tetapi kalau anda sering mengunjungi website universitas-universitas, rencana itu bisa dishape (dibentuk) dengan lebih baik.  Jadi ketika ditanyapun tentang apa yang ingin anda pelajari, anda sudah sangat yakin dengan jawaban anda. Betul tidak?? :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.